|
Saya adalah seorang mahasiswa dari luar kota. Di Jakarta saya tinggal di sebuah kost di daerah Karet. Saya memiliki tante kost, sebut saja tante Nani. Tante Nani adalah seorang single parent, ia meiliki dua anak yang harus dibesarkan. Sejak anak-anaknya masih kecil, tante Nani sudah menjalankan peran sebagai single parent. Saya tidak tahu persis suaminya ke mana, namun yang pasti sudah sejak lama ia tidak hidup dengan suaminya.
Penghasilan terutama tante Nani adalah dari usaha kost-kostan. Namun itu pun tidak seberapa karena ia hanya pengurus kost, bukan pemilik kost. Ia hanya diminta oleh pemilik kost, sebut saja Bapak Lee, untuk menjaga kost yang sekarang saya tempati tersebut. Kost saya cukup besar, terdiri dari 3 rumah yang berada dalam suatu kompleks. Masing-masing rumah terdiri dari 2 lantai dengan kurang lebih 20 kamar per rumah. Jadi total ada sekitar 60 kamar dalam kompleks yang dimiliki Bapak Lee.
Karena penghasilan yang tidak terlalu besar dan tante Nani harus membesarkan dan menyekolahkan kedua anaknya, maka tak jarang tante Nani harus mencari pekerjaan lain. Karena faktor pendidikan yang tidak tinggi, tante Nani kesulitan mencari pekerjaan yang tetap. Akhirnya ia memilih mencari pekerjaan serabutan. Saya tidak tahu persis apa yang dikerjakannya, namun ia sering bercerita bahwa kadang ia mencari penghasilan tambahan dan bekerja di tempat orang lain pada siang hari ketika kost sedang sepi.
Di kost saya, tante Nani dikenal sebagai tante kost yang galak dan menyebalkan. Banyak anak kost yang tidak suka dengan sifat tante Nani karena terlalu disiplin dan tak ada rasa kasihan. Sebagai informasi, ada peraturan tertulis di kost saya bahwa pintu gerbang akan ditutp pada pukul 22.00. Menurut penuturan teman kost saya, kadang ada anak kost yang terlambat pulang dan baru tiba pukul 22.02 atau 22.03. Tentunya pintu gerbang kost sudah tutup. Anak kost yang terlambat tersebut berteriak memanggil tante kost untuk minta dibukakan pintu, namun tante kost dengan cueknya menyuruh untuk tidur di luar saja. Bahkan ia melakukan hal tersebut tidak hanya pada laki-laki, namun juga pada perempuan. Sebagai seorang perempuan, ia bisa dikatakan sangat kuat. Hampir semua urusan di kost ia yang mengurusi. Dari pembayaran kost, mengontrol pembantu, bahkan mengganti lampu kost yang rusak ia lakukan semua. Belum lagi ia mengurusi kedua anaknya. Pada libur Lebaran contohnya, ketika itu semua pembantu pulang ke kampung masing-masing. Sebagian besar anak kost juga pulang ke kampung masing-masing. Namun ada juga yang tinggal di kost karena malas pulang kampung atau karena ada urusan lain. Karena tidak ada yang mencuci baju kotor anak-anak kost yang masih tinggal di kostan, tidak ada yang menyapu dan mengepel kost, maka tante Nani yang mengerjakan semua tugas itu!! Dan hal tersebut berlangsung kurang lebih selama seminggu.
Saya melihat tante kost saya adalah tipe warrior sejati. Biasanya orang-orang dengan archetype warrior mempunyai atau berkeinginan untuk mempunyai kemampuan untuk membela idealisme yang dianut, untuk membela diri sendiri, sesama, dan melakukan apapun untuk sukses, terlepas dari perasaan takut dan lelah yang harus dihadapi. Hal ini dapat dilihat pada diri tante kost saya. Idealismenya sangat dipegang. Seperti pada kasus teman kost saya yang terlambat, ia tidak mau membukakan pintu dan tega membiarkan teman saya tidur di luar. Tante Nani juga melakukan semuanya sendirian, berkorban dan bekerja keras demi keluarganya. Ia membesarkan anak sendirian, mengurus kost sendirian, dan banyak hal lainnya. Semua itu dilakukan demi menyekolahkan kedua anaknya di tempat yang layak. Terbukti, usahanya tidak sia-sia. Bulan lalu, anak sulungnya baru saja lulus dari fakultas ekonomi akuntansi Atma Jaya dengan predikat sangat memuaskan. Sedangkan anak keduanya saat ini duduk di bangku SMA di SMA Kanisius.
Warrior juga selalu ingin dilihat sebagai seseorang yang kuat, kompeten, berkemauan dan terkontrol, serta mereka menghindari untuk terlihat lemah, dan rapuh. Begitu halnya pada tante Nani. Ia tidak mau terlihat lemah walaupun harus membesarkan anak sendirian dengan modal tingkat pendidikan yang rendah. Tante Nani tidak mau terkihat lemah hanya karena ia single parent.
|