gototopgototop
Loading
Metode Penulisan Referensi APA

Penulisan Referensi

Gaya penulisan American Psychological Association (APA) merupakan salah satu dari beberapa standar penulisan karya ilmiah psikologi, dan gaya penulisan ini telah digunakan di berbagai Fakultas Psikologi di Indonesia.

Panduan ini ditulis terutama oleh karena masih banyak terlihat kelemahan mahasiswa menuliskan referensi dan daftar pustaka dalam skripsi mereka, dengan mengikuti gaya APA.  Sumber panduan ini adalah Publication Manual of the American Psychological Association (APA, 2003), edisi kelima, dengan mengganti beberapa contoh agar lebih relevan dengan situasi di Indonesia. Sebagai referensi pembanding, beberapa bagian tulisan ini juga merujuk pada gaya British Psychological Society.

Tidak semua bagian Publication Manual ini diambil, tetapi bagian-bagian relevan saja, terutama yang menurut pengamatan saya akan sering dipakai oleh mahasiswa. Yang menjadi perhatian khusus saya adalah bahwa pada masa sekarang sumber referensi pengetahuan tidak lagi terbatas pada buku dan jurnal saja, tetapi juga media audio-visual dan media internet. Masih banyak di antara kita –mahasiswa maupun dosen—yang belum memahami penulisan referensi gaya APA untuk referensi semacam itu, sehingga mudah-mudahan panduan ini bermanfaat.

 

Sumber panduan ini adalah Publication Manual of the American Psychological Association (APA, 2003), edisi kelima...

 

BAGIAN PERTAMA: PENYEBUTAN KARYA DALAM BADAN TULISAN (TEKS)

 

1. Karya seorang penulis

Ada dua cara penulisan dalam teks, yaitu (a) menggunakan nama sebagai bagian dari kalimat diikuti tahun dalam kurung, atau (b) menyebutkan referensi nama diikuti koma dan tahun, semuanya dalam kurung.

Nama yang dipakai dalam teks hanyalah nama keluarga (last name, family name, marga, fam) saja. Nama depan, initial, dan gelar akademis tidak perlu dituliskan. (lihat lampiran I untuk tulisan nama bangsa/etnis tertentu)

Belum ada kata sepakat mengenai cara penulisan nama orang Indonesia yang sebagian besar tidak menggunakan nama keluarga, tetapi sementara ini kita sepakat menggunakan nama yang diurutkan paling belakang untuk penulisan nama.

Djohan (2003) menyebutkan bahwa berbagai penelitian tentang pengaruh musik bertolak dari pertanyaan umum, emosi seperti apa yang dapat timbul pada saat seseorang mendengarkan musik.

Berbagai penelitian tentang pengaruh musik bertolak dari pertanyaan umum, emosi seperti apa yang dapat timbul pada saat seseorang mendengarkan musik (Djohan, 2003)

 

2. Karya beberapa penulis

Bila sebuah karya mempunyai dua penulis, tulislah nama kedua penulis itu dengan menggunakan dan sebagai penghubung kedua nama dalam teks, dan menggunakan &sebagai penghubung kedua nama itu dalam kurung.

Suharno dan Simanjuntak (1999) menemukan bahwa 75% remaja laki-laki di Jakarta lebih suka menonton acara televisi olahraga dibandingkan acara lainnya. Temuan penelitian ini sejalan dengan hasil berbagai temuan riset sebelumnya di Surabaya (Tan & Harun, 1992) dan Bandung (Rohaedi & Alisjahbana, 1995).

Bila sebuah karya mempunyai tiga, empat atau lima penulis, tulislah semua nama penulis pada waktu pertama kali disebutkan. Bila karya itu diigunakan lagi pada teks itu, tulisalah nama penulis utama/pertama diikuti et al. dengan tetap menuliskan tahun. Apabila karya itu disebutkan lagi kali berikutnya, gunakanlah nama penulis pertama et al. tanpa tahun

Ingat, et al. ditulis dengan titik sesudah al.

Wasserstein, Zappulla, Rosen, Gerstman dan Rock (1994) menemukan bahwa ..... Selanjutnya Wasserstein et al. (1994) juga menemukan bahwa…. Ini serupa dengan pendapat Freud (1932) yang mengatakan bahwa .... Oleh karena itu   Wasserstein et al. juga menyimpulkan bahwa .....

Bila sebuah karya itu mempunyai enam penulis atau lebih, tulislah nama penulis utama/petama diikuti et al. Namun dalam daftar pustaka, kita tetap menuliskan nama semua penulis dengan lengkap.

 

3. Kelompok sebagai penulis

Yang dimaksudkan kelompok di sini adalah lembaga, organisasi, perkumpulan, instansi pemerintah, universitas, perusahaan dan kelompok studi.

Sedapat mungkin nama kelompok tidak disingkat.

Hanya saja apabila nama kelompok tersebut terlalu panjang, boleh disingkat tetapi pada waktu pertama kali menyebutkannya dalam teks, kita tetap menggunakan kepanjangannya dengan menulis singkatannya dalam kurung siku. Selanjutnya singkatan tersebut boleh kita gunakan seterusnya.

Badan Penelitian dan Pengembangan Departmen Kesehatan Republik Indonesia [Balitbang Depkes] (1988) menemukan bahwa ....... Dalam penelitian lain yang dilakukan Universitas Gadjah Mada [UGM] (1999) juga ditemukan bahwa ......

 

4. Penulis dengan nama belakang sama

Bila ada dua penulis dengan nama belakang sama, masukkan initialnya sehingga pembaca dapat membedakan keduanya

S. Freud (1932) dan A. Freud (1943) sama-sama menulis beberapa buku yang memaparkan dasar-dasar pikiran teori psikoanalisis.

J. M. Goldberg dan Neff (1961) dan M.E. Goldberg dan Wurtz (1972) menemukan bahwa.....

 

5. Beberapa referensi disebutkan dalam kurung yang sama

Bila ada beberapa referensi yang dipakai untuk merujuk satu gagasan atau satu topik, maka urutkan nama penulis berdasarkan abjad. Pisahkan nama dan tahun dengan koma, dan pisahkan penulis dengan titik-koma.

Banyak penelitian telah menunjukkan korelasi tinggi antara kedua variabel itu (Badu, 1988, Chaniago, 1978; Siregar & Ratulangi, 1999; Yamin, 1980)

Bila ada beberapa karya dengan penulis sama, urutkan berdasarkan tahun penerbitan, dipisahkan oleh koma.

Beberapa penelitian dalam dekade terakhir ini menunjukkan bahwa ada hubungan erat antara motivasi berprestasi dan kinerja di perusahaan (Soekanto, 1985, 1995, 1998, 2000)

Bila ada beberapa karya dengan penulis sama, yang kesemuanya diterbitkan pada tahun yang sama, tulislah tahun disertai huruf a, b, c, d dan seterusnya, dipisahkan oleh koma.

Beberapa penelitian dalam dasawarsa terakhir ini menunjukkan bahwa ada hubungan erat antara motivasi berprestasi dan kinerja di perusahaan (Soekanto, 2001a, 2001b).

 

6. Karya tanpa penulis jelas

Tulislah judul karya tersebut dengan huruf miring dalam teks, diikuti tahun.

Dalam buku Pendapat Mahasiswa Mengenai Kurikulum Baru (1999) dikatakan bahwa….

Tulislah dua kata pertama judul karya tersebut dengan tanda kutip, bila referensi disebutkan dengan menggunakan kurung

Para mahasiswa melaporkan bahwa mereka cukup puas dengan adanya kurikulum baru ini (“Pendapat Mahasiswa”. 1999)

Dalam daftar pustaka, judul buku diletakkan di depan dan tersusun berdasarkan abjad.

 

7. Penerbitan tanpa tahun

Gunakan t. th (tanpa tahun)[1] sebagai pengganti tahun, apabila tidak disebutkan dalam penerbitan tersebut

Sudjoko (t. th.) menyebutkan bahwa …..

Hal itu pernah diteliti sebelumnya pada remaja di Yogyakarta (Sudjoko, t. th.)

 

8. Karya klasik

Bila karya klasik tidak bisa ditentukan tanggalnya, sebutkan tahun terjermahannya, didahului terj.

Hal itu sudah banyak disebutkan pada zaman Yunani Kuno (Aristotles, terj. 2000)

Karya puisi klasik ditulis, tanpa halaman, sebutkan nomer urut bagiannya (bab, bait, canto) dan versi yang dipakai bila ada.

Bila karya klasik itu adalah kitab suci sebutkan nama kitab, surah dan ayat kutipan dengan menulisnya di dalam kurung sesudah kutipan.

I Korintus 13:1

Q.S. Al Baqoroh 2:4

Dhammapada 200

Kitab suci tidak perlu dituliskan pada Daftar Pustaka, kecuali bila memang ada maksud khusus untuk menjelaskan sesuatu. Dengan demikian, maka versi penerbitan kitab suci itu (misalnya: Alkitab versi King James; Al Quran versi Dept. Agama RI tahun tertentu) harus ditulis sebagaimana karya buku.

 

9. Bagian tertentu dari sebuah karya

Bila referensi yang digunakan hanya bagian tertentu saja seperti halaman, bab, gambar, atau tabel, maka nomer halaman haruslah disebutkan dalam kurung, sesudah penyebutan tahun.

Cheek & Buss (1981, h. 332) menyebutkan bahwa…..

Shimamura (1989, bab 3) telah secara panjang lebar membahas……..

 

10. Artikel dari suratkabar, majalah, internet

Prinsip paling utama adalah bahwa pada setiap artikel yang diketahui penulisnya, kita tetap mengutamakan nama penulis diiikuti tahun.

Bila kita merujuk tulisan dalam suratkabar, majalah, atau internet yang tidak kita ketahui penulisnya, maka dalam teks yang kita tulis adalah dua kata pertama judul artikel tersebut, ditulis dalam tanda kutip, diikuti tahun.

Dalam teks tidak perlu disebutkan apakah sumbernya dari Kompas, Gadis, atau www.kompas.co.id., kecuali memang Anda ingin menegaskan sesuatu mengenai sumber tulisan tersebut.

Ternyata pada tahun 2005 ini jumlah lulusan SD di Indonesia yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan sudah hampir sebanding jumlahnya (“Kesenjangan jender”, 2005)

Sarwono (2005, 7 Mei) menyebutkan bahwa kecerdasan emosi politisi di Indonesia tidak terlalu tinggi.

 

11. Mengutip dari sumber kedua

Oleh karena perpustakaan kita tidaklah selengkap di negara-negara maju, maka mengutip dari sumber kedua lebih sering terjadi dalam penulisan skripsi. Cara penulisannya adalah dengan menuliskan nama penulis atau peneliti tanpa tahun (kecuali bila memang tahun/zaman/era punya makna tertentu yang ingin ditekankan), dan sumber bacaannya ditulis dalam kurung seperti cara penulisan karya buku[2].

Rubin pernah meneliti perihal cinta romantis (dalam Sabini, 1972) dan menemukan bahwa …..

Dalam daftar pustaka, hanya karya Sabini yang ditulis.

 

12. Komunikasi pribadi

Apabila kita melakukan komunikasi secara pribadi dengan narasumber, baik itu berupa surat, memo, email, wawancara pribadi, atau percakapan telpon, tulislah hal itu sebagai komunikasi pribadi. Tulislah sedapat mungkin initial dan nama belakang orang tersebut, disertai tanggal komunikasi. (Komunikasi pribadi tidak perlu disebutkan dalam daftar pustaka).

C. R. Adjisuksmo (komunikasi pribadi, 18 April 2001) menyebutkan bahwa memang cukup banyak siswa Sekolah Dasar yang mengalami kesulitan memahami matematika sederhana.

Metodologi penelitian kualitatif adalah mata-kuliah yang tidak demikian sulitnya (E. M. Santosa, komunikasi pribadi, 20 Februari 2005)



[1] Dalam APA Publication Manual ditulis n.d. (no date).   Singkatan dalam bahasa Indonesia diambil dari buku Pedoman Penyajian Karya Ilmiah (Gunawan, Achmadi, & Arianti, 2004).

[2] Bagian ini merujuk pada British Psychological Society (2004).

 

BAGIAN KEDUA: PENYEBUTAN KARYA DALAM DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN: TATA CARA PENULISAN NAMA BANGSA/ETNIS TERTENTU

Share Artikel Ini

Donasi

Kalau Anda merasa situs ini bermanfaat, silakan dukung keberlanjutannya dengan menyumbang sejumlah uang melalui tombol PayPal berikut ini [juga untuk Visa dan Master Card].

Kutipan Hari Ini