gototopgototop
Loading

Featured Articles

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
Nilai Sejumlah ahli ilmu pengetahuan yang tertarik dengan tingkah laku manusia, sejak lama telah tertarik dengan konsep nilai (mis, Kluckhohn, 1951; Allport, 1960; Rokeach, 1973; Schwartz, 1992, 1994; Feather, 1994, 1995). Kluckhohn (dalam Zaval... Read more
Tipe Nilai (Value Type) Penelitian Schwartz mengenai nilai salah satunya bertujuan untuk memecahkan masalah apakah nilai-nilai yang dianut oleh manusia dapat dikelompokkan menjadi beberapa tipe nilai (value type). Lalu masing-masing tipe tersebut terdiri pula dari... Read more
Aspek Nilai Fungsi Nilai Fungsi utama dari nilai dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Nilai sebagai standar (Rokeach, 1973; Schwartz, 1992, 1994), fungsinya ialah: Membimbing individu dalam mengambil posisi tertentu dalam socialissues tertentu (Fe... Read more
Remaja Kata “remaja” berasal dari bahasa latin yaitu adolescere yang berarti to grow atau to grow maturity (Golinko, 1984 dalam Rice, 1990). Banyak tokoh yang memberikan definisi tentang remaja, seperti DeBrun (dalam Rice, 1990) mendefinisikan rem... Read more
Beberapa Isu Seksualitas Sebagai Isu Perkembangan Remaja Masa remaja diawali oleh datangnya pubertas, yaitu proses bertahap yang mengubah kondisi fisik dan psikologis seorang anak menjadi seorang dewasa. Pada saat ini terjadi peningkatan dorongan seks ... Read more
Persepsi Persepsi [perception] merupakan konsep yang sangat penting dalam psikologi, kalau bukan dikatakan yang paling penting. Melalui persepsilah manusia memandang dunianya. Apakah dunia terlihat “berwarna” cerah, pucat, atau hitam, semuanya adala... Read more
Prinsip Persepsi Sebagian besar dari prinsip-prinsip persepsi merupakan prinsip pengorganisasian berdasarkan teori Gestalt. Teori Gestalt percaya bahwa persepsi bukanlah hasil penjumlahan bagian-bagian yang diindera seseorang, tetapi lebih dari itu merupaka... Read more
Prinsip Pengorganisasian Untuk mempersepsi stimulus mana menjadi figure dan mana yang ditinggalkan sebagai ground, ada beberapa prinsip pengorganisasian. Prinsip proximity; seseorang cenderung mempersepsi stimulus-stimulus yang berdekatan sebagai satu kelompok. ... Read more
Determinan Persepsi Di samping faktor-faktor teknis seperti kejelasan stimulus [mis. suara yang jernih, gambar yang jelas], kekayaan sumber stimulus [mis. media multi-channel seperti audio-visual], persepsi juga dipengaruhi oleh faktor-faktor psikologis. Fakto... Read more
Trauma Trauma berasal dari bahasa Yunani yang berarti luka (Cerney, dalam Pickett, 1998). Kata trauma digunakan untuk menggambarkan kejadian atau situasi yang dialami oleh korban. Kejadian atau pengalaman traumatik akan dihayati secara berbeda-bed... Read more
Secondary Traumatic Stress Pengertian Secondary Traumatic Stress Bidang traumatologi (studi mengenai individu yang mengalami trauma) telah mencapai perkembangan yang pesat di akhir dekade ini (Figley, 1995). Salah satu kontribusinya adalah meningkatnya kesadaran bahw... Read more
Vicarious Trauma Pengertian Vicarious Trauma Istilah ‘vicarious trauma’ pertama kali dikemukakan oleh McCann dan Pearlman (1990) untuk mendeskripsikan dampak pekerjaan yang berhubungan dengan penanganan trauma bagi seorang terapis. Konsep ini juga digunaka... Read more
sejarah psikologi


PSIKOLOGI SEBAGAI BAGIAN DARI FILSAFAT


Pendekatan dan orientasi filsafat masa Yunani yang terarah pada eksplorasi alam, empirical observations, ditandai dengan kemajuan di bidang astronomi dan matematika, meletakkan dasar ciri natural science pada psikologi, yaitu objective, experimentation and observation, the real activity of living organism. Pertanyaan utama yang selalu berulang :

Why do we behave as we do?
Why are we able to generate reasonable explanation of some actions but not of others?
Why do we have moods?
Why do we seem to know what we know?

Image

Efforts to find ‘the cause’.

Comte: causal explanation adalah indikator untuk perkembangan tahap intelektual bagi peradaban manusiaMasa Pra Yunani Kuno : tahap intelektual masih primitif
yaitu theological/animism : atribusi ‘the cause’ pada dewa-dewa atau spiritual power. Contoh : Mesir

Manusia adalah pihak yang lemah. Perilaku ditentukan oleh kekuatan para spirit, maka tugas utama manusia adalah menjaga hubungan baik dengan mereka dengan cara menjunjung tinggi otoritas para spirit.

Kejayaan masa Yunani ditandai oleh pemikiran dari tiga filsuf besar: Socrates, Plato, Aristoteles; walau masih dipengaruhi pemikiran-pemikiran masa sebelumnya (masa Yunani Kuno).

 

Masa Yunani Kuno

Masa Yunani Kuno (Cosmological Period)

Adalah masa transisi dari pola pikir animisime ke awal dari natural science.

Penentu aktivitas manusia adalah alam atau lingkungan. Pada masa ini perilaku manusia berusaha diterangkan melalui prinsip-prinsip alam atau prinsip yang dianalogikan dengan gejala alam.

Ada 5 orientasi : naturalistic, biological, mathematical, eclectic, dan humanistic.

  1. Naturalistic :
    adanya elemen dasar bagi penentu kehidupan. Contoh : Thales (air), Anaximenes (udara).
    Ide ttg permanence vs change dari zat yang dianalogikan kepada aktivitias manusia, menimbulkan ide ttg jiwa
    Pola pikir deduktif : generalisasi gejala alam pada perilaku manusia
  2. Biologic :
    Mengangkat posisi manusia di atas gejala alam yang lain, memisahkan proses-proses pada manusia dari proses-proses yang ada pada mahluk lain di alam.
    Proses-proses fisiologis primer untuk menjelaskan perilaku manusia
    Tokoh : Hippocrates, Alcmeon, Empedocles.
  3. Mathematical :
    Pendekatan yang melangkah lebih jauh dari dasar dunia fisik, mengarahkan pada hal-hal yang logis tapi abstrak, merupakan bekal bagi kekuatan reason.
  4. Eclectic :
    Menentang ide adanya suatu prinsip dasar dan ‘kebenaran umum’. Idenya sangat mendasar berbeda dari orientasi lainnya.
    Menekankan pada informasi sensoris, sangat operasional dan praktis
    Sikap ilmuwan harus skeptik
    Tokoh : The sophists- universal lecturers
  5. Humanistic :
    Fokus : rationality & intentionality. Ratio adalah penentu kehidupan manusia beserta segala konsekuensinya. Tokoh utama : Socrates.
    Tokoh penerus Socrates : Plato & Aristoteles

Ketiga tokoh tersebut : search for framework of human knowledge. Peletak dasar bagi kerangka pikir tipikal barat : rational, logic, objective.
Disebarluaskan oleh Alexander Agung (murid Aristoteles) melalui ekspansi militer.

 

Socrates

Socrates

Sering disebut sebagai filsuf kontroversial, dangerous man for values of the day.
Faktanya : Tujuan utama Socrates adalah quest for the nature of true virtue and goodness a moral philosopher, “midfive” to knowledge of virtue

Typical Socratic Questions :
What is justice ? What is beauty ?
What is courage ? What is the good?

Virtue and knowledge sudah ada dalam diri seseorang, manusia dpt melakukan penilaian ttg. Baik-buruk secara intuitive meskipun mungkin tidak tahu mengapa, latent knowledge.

Action : pra-theory
Contemplation, explanation : theory, knowledge

Metode : Socratic, dialog, ‘bringing it out of people rather than describing it to them’.

Sumbangan bagi Psikologi/Science

  • General definitions of virtues
  • Early techniques of psychotherapies and depth intv
  • Scientific ethic : publish and defend theories

 

Plato

Plato

Murid Socrates, berbeda dgn gurunya, datang dari keluarga terpandang dan terpelajar.
Menciptakan bidang epistemology, the study of knowledge, yang dalam psikologi berkembang menjadi psikologi kognitif.

What is knowledge? What is truth?

  • Knowledge is true all times and in all places.
    Kebenaran ada pada paparan Being, tidak bisa ditemukan dalam materi dan penginderaan yang selalu berubah dalam dunia materi. Observasi manusia tidak bisa dipercaya karena bersifat subyektif dan tidak obyektif. Maka Plato tidak percaya pada persepsi dan penginderaan.
  • Knowledge has to be rationally justifiable
    Kebenaran ada pada dunia ide (the Forms). Bentuk yang paling sempurna hanya ada pada ide, konsep yang terbentuk dari hal nyata tidak pernah sempurna, mendekati ide selalu, misalnya, ide tentang “lingkaran sempurna” hanya ada di benak kita dan semua lingkaran tidak pernah mendekati sempurna. Karena hanya idelah yang bisa dibuktikan secara rasional.

Dengan pandangan-pandangannya ini, Plato dikenal sebagai seorang dualist, memisahkan antara dunia ide dan materi.

Why do we act as we do?
Selain sebagai seorang epistemologist, Plato juga meneruskan tradisi gurunya sebagai seorang moral philosopher. Fokus penggaliannya juga bergerak sekitar human motivation.

Plato mendefinisikan tiga tingkatan soul :

  • rational soul : located in the head, the highest level, perfect.
  • spirited soul : located in the chest, noble things like glory and immortality of fame, capable of shame and guilt
  • desiring soul: located in the belly and below :irrational impulses, such as food, sex, desire for money.

Ketiga soul di atas yang mendorong orang untuk bertingkah laku. Berdasarkan tingkatan ketiga soul di atas, kelompok masyarakat terbagi atas tiga kelas juga.

  • Guardians : kelompok filsuf, rational soul, kelompok elit dan berhak memerintah karena academic education dan innate greatness.
  • Auxiliaries : kelompok tentara, tugas utama adalah membela negara dan menjaga kelancara administrasi negara
  • Productive Class : kelompok pekerja, pedagang, buruh. Didorong oleh impuls rasional. Bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sambil menyediakan jasa bagi kedua kelompok lainnya.

Kritik : dalam kenyataannya penggambaran ketiga kelas ini sulit dipertanggungjawabkan konsistensinya, misalnya kelompok productive dan auxiliaries juga memiliki kemampuan reason, misalnya untuk kalkulasi dan perencanaan pekerjaannya.

Sumbangan bagi psikologi/science : penekanannya pada rationalitas dan objektivitas dari pengetahuan/ilmu dapat dikatakan meletakkan dasar pengetahuan alam (science) yang sampai sekarang masih dianut. Pemahaman mengenai drives/needs yang mendorong perilaku manusia adalah dasar bagi konsep motivasi dalam psikologi. Pembagian motivasi menjadi dasar Freudian.

 

Aristoteles

Aristoteles

Murid Plato, mendasarkan diri pada pandangan gurunya, namun kemudian mengembangkan prinsip-prinsipnya sendiri.

Aristoteles adalah seorang biologist, seorang yang sangat empiris, percaya pada hal-hal natural dan riil. Tidak seperti Plato yang senang bergerak di bidang-bidang ideal, Aristoteles adalah seorang yang down to earh.

Bagi Aristoteles, psikologi adalah ilmu tentang soul. Soul menjadi bagian vital dari individu, menggerakkan, mengarahkan perkembangan organisma, dan mengaktualisasikan organisma menjadi eksistensinya yang sekarang. The soul is the form.

Dalam hal ini Aristoteles berbeda pandangan dengan gurunya yang memisahkan idea (yang dalam konsepsi Aristoteles dapat disamakan dengan soul) dan materi. Bagi Aristoteles, soul dan materi tidak dapat dipisahkan. Materi tidak berarti tanpa soul.

Tidak semua benda di alam punya soul, hanya organisma saja, yaitu nutritive soul, sensitive soul,rational soul.

Struktur dan Fungsi dari Rational/Human soul.

  • Perception-the starting point of knowledge-has to do with form, not matter. Contoh : yang dilihat adalah lemari, bukan kayu.
  • The Special Senses, setiap indera memfokuskan diri pada karakteristik khas dari suatu obyek. Bagi Aristoteles, indera kita menangkap karakteristik tersebut dan mencatatnya dalam benak kita, seperti apa adanya.
  • The Interior Senses, bagian penginderaan yang terletak di dalam benak kita, tidak berhubungan dengan dunia luar, namun masih memiliki kontak dengan pengalaman sensasi.
  • Common Sense, bagian yang mengintegrasikan berbagai sensasi yang kita terima sehingga menjadi suatu gambaran utuh dan terintegrasi mengenai dunia kita, terletak di hati. Common sense dan imagination membentuk penilaian kita yang akhirnya membantu kita menginterpretasikan
    pengalaman inderawi kita.
  • Memory, image yang utuh mengenai obyek sampai ke memory dan disimpan di sana. Fungsi utama memory adalah merepresentasikan kembali obyek tersebut, tanpa harus disertai kehadiran riil dari obyek nyata tersebut. Juga menghasilkan judgement, perasaan suka/tidak suka yang akhirnya akan mendorong munculnya perilaku.
  • Mind, bagian yang paling rational, hanya dimiliki oleh manusia. Jadi pada binatang, informasi hanya sampai pada memory. Mind berfungsi untuk membentuk abstraksi dari representasi-representasi obyek yang sampai ke memory. Dengan kata lain, membentuk pengetahuan (knowledge).
    Passive mind adalah potensial, tidak memiliki karakter tersendiri. Apa yang ada di dalamnya baru teraktualisasi menjadi pengetahuan melalui active mind. Active mind bergerak mengolah isi dari passive mind, abadi, dan kekal. Bagian ini tidak tergantung dari tubuh dan ada pada semua manusia.

Motivation
Dibedakan antara motivasi pada hewan (appetite) dan motivasi pada manusia (wish). Manusia mengerti baik-buruk jadi konflik motivasionalnya bersifat moral ethic, sementara hewan bersifat pleasurable.


Kembali ke skema sejarah dan sumber pustaka

 

 

Sebagai bagian dari ilmu pengetahuan, psikologi melalui sebuah perjalanan panjang. Bahkan sebelum Wundt mendeklarasiikan laboratoriumnya tahun 1879 – yang dipandang sebagai kelahiran psikologi sebagai ilmu – pandangan tentang manusia dapat ditelusuri jauh ke masa Yunani kuno. Dapat dikatakan bahwa sejarah psikologi sejalan dengan perkembangan intelekstual di Eropa, dan mendapatkan bentuk pragmatisnya di benua Amerika.

Berdasarkan pandangan tersebut, bagian Sejarah Psikologi ini akan dibagi ke dalam beberapa periode dengan berbagai tokohnya.


Image


Psikologi sebagai bagian dari filsafat

Psikologi sebagai bagian dari ilmu faal

Psikologi sebagai ilmu yang mandiri

Memasuki abad ke-20, psikologi berkembang dalam berbagai school of thought. Kalau Wundt meletakkan dasar bagi psikologi dengan pandangan strukturalisme, maka selanjutnya berbagai aliran utama yang muncul adalah sebagai berikut.

  • Fungsionalisme
  • Behaviorisme
  • Psikoanalisa
  • Psikologi Gestalt
  • Psikologi Humanistik

Melalui pemahaman sejarah psikologi ini, diharapkan akan muncul pemahaman yang lebih utuh tentang apa itu psikologi.

 

Sumber kepustakaan dalam semua tulisan dalam modul ini adalah:

Brennan, J.F. (1991). History and Systems of Psychology. New Jersey : Prentice Hall Inc.
Lundin, (1991). Theories and Systems of Psychology. 4 rd Ed. Toronto: D.C. Heath and Company.

 

 

Featured Blogs

Archetype Pedagang Bakso
Sabtu, 21 Juli 2007

Sebagai pedagang bakso keliling, aktivitas kerja yang dilakukan adalah mencari konsumen yang ingin mengkonsumsi bakso yang dijual, melayani konsumen yang membeli bakso dan membersihkan piring-piring yang telah digunakan oleh konsumen sehabis mengkonsumsi bakso.

Selanjutnya...
Perfect
Sabtu, 21 Juli 2007

Hey dad look at me
Think back and talk to me
Did I grow up according to plan?
And do you think I'm wasting my time doing things I wanna do?
But it hurts when you disapprove all along

And now I try hard to make it
I just want to make you proud
I'm never gonna... Selanjutnya...

Budaya Kambing Hitam
Sabtu, 21 Juli 2007

Beberapa hari lalu diberitakan melalui berita pagi di sebuah televisi yang memberitakan telah terjadi kecelakaan yang menewaskan seorang ibu dan anaknya. Mereka tewas karena tertabrak kereta api yang sedang melintas. Satu hal yang cukup menggelikan kebanyakan warga yang menempati... Selanjutnya...

Komentar Terakhir

Facebook RBP

Donasi

Kalau Anda merasa situs ini bermanfaat, silakan dukung keberlanjutannya dengan menyumbang sejumlah uang melalui tombol PayPal berikut ini [juga untuk Visa dan Master Card].

Kutipan Hari Ini